.quickedit{ display:none; }
Tampilkan postingan dengan label metroline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metroline. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Mei 2018

CARA KERJA MYKI CARD

Untuk dapat mengakses PTV, Anda kudu memiliki kartu Myki (baca: Maiki) yang valid (berisi deposit yang cukup atau sedang menggunakan paketan tertentu). Itu artinya, Anda sama sekali tidak dapat membeli tiket single trip di tempat. So, jangan pernah ketinggalan, jangan sampai tercecer, jangan sampai rusak, dan selalu selalu sedia Myki yang valid saat akan jalan.
Disclaimer: informasi mengenai PTV yang terdapat dalam postingan ini adalah berdasarkan informasi terkahir saat tulisan ini diposting (Mei 2018). Penulis menganjurkan pembaca untuk melakukan cross-check di website resmi PTV untuk mendapatkan informasi termuktakhir.    

Berbeda dengan transportasi publik di Singapura yang penghitungan tarifnya berdasarkan jarak tempuh (distance-based fare), Myki menggunakan penghitungan tarif berbasis waktu (time-based fare). Dengan menggunakan kartu yang sama, ada dua metode pembayaran yang dapat dipilih. Anak-anak dan lansia dikenakan tarif berbeda. Adapun yang akan saya bahas kali ini adalah tarif reguler (full fare) untuk orang dewasa.
Source: https://www.ptv.vic.gov.au/tickets/myki/ef1d0f60a/buying-your-myki/

Pertama adalah metode pembayaran yang bernama Myki Money. Secara sederhana, metode ini diartikan sebagai “bayar kapan jalan aja”. Tapi berhubung time-based fare, tentu ada aturan mainnya juga. Untuk 2 (dua) jam pertama (dari pertama kali Anda nge-tap kartu) Anda akan dikenakan biaya 4 dollar. Dalam masa 2 jam itu, Anda bebas naik-turun PTV sebanyak apapun tanpa dikenakan biaya lagi. Contohnya Anda ngetap pertama kali jam 8 pagi, maka deposit Anda akan langsung dipotong 4 dollar dan Anda bebas menggunakan PTV tanpa dikenakan biaya lagi sampai jam 10 pagi. Jangan lupa untuk selalu nge-tap (touch-on) setiap kali naik PTV. Khusus untuk tram, Anda tidak perlu repot-repot touch-off bila akan turun. Oya, trams are free within CBD (Free Tram Zone), jadi kalau Anda naik dan turun masih di FTZ, nggak perlu repot-repot ngetap kartu.
Bagaimanapun juga, 2 jam tentu waktu yang singkat untuk jalan-jalan bukan? Nah, bila setelah 2 jam Anda masih menggunakan PTV, Anda akan dikenakan lagi biaya 4 dollar. Tapi, untuk seterusnya di hari itu (hingga jam 3 dini hari), Anda bebas sebebas-bebasnya naik-turun PTV ke manapun dan sesering apapun yang Anda mau. Unlimited. Jadi, in total, Anda akan dikenakan biaya 8 dollar bila ingin seharian jalan-jalan menggunakan PTV. Saran saya sih, sedia minimal 10 dollar sebagai deposit untuk satu hari. Metode ini cocok untuk mereka yang hanya melakukan kunjungan singkat (2-4 hari) di Melbourne dan ingin menikmati publik transportnya. Contohnya, bila Anda punya 3 hari di Melborne, Anda bisa membeli kartu Myki (kartunya saja seharga 6 dollar) plus deposit 30 dollar (total 36 dollar). Kartu bisa dibeli secara mandiri di mesin khusus PTV di bandara Tullamarine, di mesin-mesin khusus yang tersebar di banyak tempat di kota Melbourne, di kantor pos, atau di toserba Seven Eleven, minta tolong sekalian diiisiin depositnya sama mas/mbaknya.
Metode kedua bernama Myki Pass atau yang bisa diartikan “Paketan”. Paketan yang bisa diambil dimulai dari minimal 7 hari (one week), 28 hari (four weeks) sampai paket setahun. Myki Pass ini sifatnya unlimited dari sejak pertama kali kartu di-tap untuk mengaktifkan paket. Untuk mereka yang rutin menggunakan PTV nyaris setiap hari (e.g. pegawai kantoran dan pelajar seperti saya), Myki Pass adalah pilihan terbaik. Bila dibandingkan Myki Money yang per harinya menghabiskan setidaknya 8 dollar, maka Myki Pass tidak sebanyak itu, kira-kira 5 dollar-an. Enaknya lagi, pengguna Myki Pass seperti saya (saya biasa menggunakan Myki Pass 28 hari) itu worry-less karena tidak perlu merasa was-was dan repot-repot mikirin deposit saat hendak naik-turun PTV, kapanpun, kemanapun, dan sesering apapun, selama kartu kita valid. Khusus untuk tram, kita bahkan sebenarnya tidak perlu nge-tap kartu selama paket kita aktif. Tapi saya sih tetap nge-tap kapanpun saya naik agar terdata di track record membership Myki saya.
Ruginya adalah bila ternyata setelah paketan kita aktif, kita tidak melakukan banyak perjalanan. Make nggak make tetap bayar segitu. Misalnya kamu beli Myki Pass yang satu minggu. Ternyata kamu pakenya cuma 2 hari. Kan sayang. Jadi pandai-pandailah melakukan perhitungan dan memprediksi kebutuhan perjalanan kita. Paketan Myki Pass bisa dibeli ditempat yang sama dengan Myki Money. Oiya, saya menganjurkan pengguna rutin Myki Pass untuk mendaftarkan kartunya di website resmi PTV. Untuk jaga-jaga kalau kartu hilang sementara paketan masih berjalan atau ada deposit tersisa yang ingin ditarik kembali.
Metode tarif PTV yang saya jelaskan di atas hanya berlaku untuk moda transportasi tram, bus, dan metroline. Sedangkan untuk V-line berlaku tarif lain yang lebih mahal karena jarak dan waktu tempuhnya sudah cukup jauh. Karcis V-line bisa dibeli di Southern Cross Terminal, via online, atau tetap bisa menggunakan kartu Myki dengan catatan deposit untuk tarif di rute V-line mencukupi.
Oh ya, sedikit cerita, penggunaan kartu Myki di tram pada hakikatnya hanya berlandaskan prinsip kejujuran. Meskipun sesekali ada razia oleh pihak berwenang, pada umumnya naik-turun tram tidak diawasi (dan memang tidak memungkinkan untuk diawasi karena penumpang bisa naik dan turun sesuka hati dari pintu mana saja). Hal ini berbeda dengan metroline di mana penumpang yang harus melewati palang rintang (walaupun di beberapa stasiun juga bebas-bebas aja) atau bus yang mesti lewat pintu depan (segan kan sama supir kalau nggak nge-tap kartu). Alhasil tram adalah moda transportasi yang paling banyak diakalin oleh free-rider (penumpang gelap). But, please, never never ever do that! Karena tidak sedikit juga saya melihat di depan mata kepala sendiri orang yang ketangkap pas razia dan langsung didenda ditempat, 200 dollar! Sakit tapi tidak berdarah!  
          


Selasa, 24 April 2018

MENGENAL PTV, TRANSPORTASI PUBLIK DI VICTORIA, AUSTRALIA


Tram kebanggaan warga kota Melbourne
Sebenarnya saya adalah pencinta transportasi publik bila sedang jalan-jalan ke suatu daerah. Karena dengan naik transportasi publiklah kita bisa lebih melihat, mengamati, dan merasakan “what locals do” dengan ritme lokal sehingga jalan-jalan kita akan terasa lebih berkesan. Tapi kalau transportasi publiknya gaje kan males juga. Bukannya senang, yang ada malah nyusahin, bete, dan buang waktu. Syukurnya, Australia adalah negara yang transportasi publiknya (setidaknya untuk wilayah metropolitan) patut diacungi jempol! Secara umum, transportasi publik di Metropolitan Melbourne (dan negara bagian Victoria pada umumnya) sangat nyaman, aman, dan memadai (meskipun tidak bisa dibilang murah juga karena mahasiswa S2 seperti saya tidak dapat concession, sebel). Well, setidaknya new comer tidak terlalu mengalami kesulitan untuk bisa segera menjadi expert commuter. Oh... I love PTV.
Metroline at North Melbourne Station
Baiklah, sebelum memulai cerita jalan-jalan di Australia, ada baiknya saya menjelaskan apa itu PTV dan cara kerjanya terlebih dahulu. Jadi PTV (Public Transport Victoria) itu adalah perusahaan tunggal yang mengelola seluruh moda transportasi publik di negara bagian Victoria di mana Melbourne sebagai pusatnya. Adapun moda transportasi itu antara lain tram (kereta kecil), bus, Metro line/train (kereta warna biru), dan V-line (kereta warna ungu). Nah, berhubung penataan kota-kota di Australia (termasuk Melbourne) itu sangat rapi jali, jadilah coveran rute publik transportnya juga rapi dan teratur mengikuti desain kota. So, seperti postingan saya terdahulu, make sense kan kalau tata kota yang rapi itu sangat penting untuk kemudahan pengolalaan dan pengembangan baik hunian masyarakat maupun transportasi publik ke depannya.
Melbourne CBD. Source:http://id.maps-melbourne.com/melbourne-city-circle-tram-peta
Berdasarkan strukturnya, area paling tengah kota itu namanya CBD (central business district) dengan karakteristik sebagai tempat berkumpulnya pencakar langit kota. Di sinilah  tempat semua moda transportasi bermula dan berakhir. Selanjutnya CBD dikelilingi oleh inner suburb dengan radius kira-kira sejauh 5 sampai 10 kilometer dari CBD. Di sini masih terdapat beberapa bangunan tinggi tapi sudah tidak sebanyak dan setinggi di CBD. Tingkat kepadatan penduduk per kilometer per segi juga mulai berkurang. Inner suburb kemudian dikelilingi lagi oleh outer suburb dengan radius kira-kira mencapai 20 hingga 40 kilometer dari inner suburb. Di area ini biasanya hanya ada perumahan tapak saja sehingga kota terlihat rata dan renggang. Setelah outer suburb ini, seterusnya disebut regional, biasanya berupa daerah pedesaan dengan ladang-ladang pertanian dan pengembalaan yang luas, atau hanya lahan-lahan kosong berupa semak-semak khas Australia hingga akhirnya bertemu kembali dengan kota yang lain.
Flinders St. Station yang selalu sibuk
Di Melbourne sendiri, Flinders Street Station yang legendaris menjadi titik pusatnya CBD. Metroline berpusat di stasiun ini dan menjangkau hingga outer suburb. Sebagian besar rute metroline berada di bawah tanah saat berada di wilayah CBD mengikuti jalur city-loop, yakni jalur yang mengitari CBD dan akan keluar ke atas saat meninggalkan CBD. Sementara V-line yang berpusat di Southern Cross Station, yang terletak tak jauh dari Flinders St Station, adalah kereta dengan regional route (antar kota) dan sepenuhnya berada di atas tanah. Sementara itu, tram akan menghubungkan CBD dengan inner suburb dengan rel (yang sebagian besar) berada di atas jalan raya, berbagi dengan kendaraan bermotor lainnya. For your info, Melbourne, hingga tulisan ini dibuat, adalah kota dengan jalur tram (atau yang biasa disebut juga streetcar) paling ekstensif sedunia. Seingat saya, tidak kurang dari 20 jalur tram yang melayani kebutuhan transportasi penduduk Melbourne. Jadi wajar saja kalau tram menjadi moda transportasi paling favorit di Melbourne. Selebihnya, bus akan mengcover rute-rute (yang tidak terlalu ramai) yang tidak dilalui moda transportasi lainnya baik di CBD, inner maupun outer suburb.
           
Deket rumah. See those seliweran kabel-kabel tram?
Bebarapa ruas jalan di CBD hanya bisa dilalui oleh tram seperti misalnya di Bourke St dan Swanston St. Pembatasan kendaraan berpolutan di area CBD ini memiliki dampak positif yakni selain lalu lintas kota yang lebih teratur, udara yang lebih bersih, kebisingan kota dapat dikurangi (tram yang jalannya teratur di atas rel tidak sebising bus dan mobil yang seliweran tak henti-henti) serta “pace” kota yang terasa lebih “slow” sehingga kita merasa nyaman, santai dan tidak terburu-buru. Hal ini penting untuk kesehatan mental masyarakat di tengah hiruk pikuk kota. Sisi jeleknya, kabel-kabel listrik  yang mensuplai energi untuk tram ini sedikit merusak pandangan. Jujur saja, menurut saya Melbourne adalah kota di Australia yang langit-langitnya paling nggak lega dipandang karena semrawut kabel-kabel tram ini. Well, ada pros and cons di setiap hal. Hehehe...
            Lalu, bagaimana dengan sistem pembayaran dan tarif PTV ini? Ikuti postingan saya selanjutnya ya...